BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sahal Bin Mulyo , 67, seorang buruh sawit di Kecamatan Maliku ditemukan tewas terseret arus sungai saluran primer. Peristiwa yang terjadi di desa Gandang Barat pada Rabu (14/12/2016).
Kapolsek Maliku Ipda Rahmat Endro membenarkan telah terjadi peristiwa itu. Menurut Endro, pria warga Jalan Sulawesi RT 04 RW 01, Desa Gandang Barat, Kecamatan Maliku ini hendak menyeberang sungai.
"Padahal korban tidak bisa berenang. Sementara air pada sungai primer dekat lokasi korban bekerja sedang dalam kondisi sangat dalam dan deras," jelas Endro. Kamis (15/12/2016).
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (14/12/2016) pukul 16.30 itu pada saat korban berniat pulang karena cangkulnya patah saat bekerja membuat jalur panen sawit.
Slamet, seorang saksi, sebelumnya sudah melarang korban pulang karena jalur menuju arah pulang melalui sungai primer dengan lebar lima meter, kedalaman airnya bertambah tiga meter dan sedang arus sungai sedang deras. Namun Sahal nekat pulang.
Pada saat rekan-rekan korban akan pulang melalui jalur yang sama, melalui sungai primer dengan cara berenang, melihat cangkul dan tas milik korban berada di seberang sungai.
Sepeda motor milik korban juga masih terparkir dekat dengan sepeda motor milik rekan kerjanya bernama Slamet.
Saksi Slamet bersama rekan kerja korban lainnya kemudian mencari korban di sekitar sungai dan jalan. Dan akhirnya pada16.30 wib, Budiono, rekan kerja korban lainnya, menemukan korban berada sekitar 50 meter dari tempat penyeberangan di sungai tersebut dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Kejadian tersebut saat ini sedang dalam penanganan Polsek Maliku. (JAMES DONNY/m)








