PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Palangka Raya, Arbert Tombak mengumumkan adanya skema inovatif bernama Bank Sampah Keren yang tengah didorong oleh Pemko Palangka Raya. 

Skema ini memiliki tujuan utama mengkonversikan hasil pengelolaan sampah menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan Pegadaian, memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui Bank Sampah Keren, kita mendorong agar para penggiat dan pejuang sampah bisa menabung di Pegadaian lewat program tabungan emas," ujar Arbert Tombak, Senin, 9 Februari 2026. 

Program ini katanya dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah yang baik, tetapi juga membuka akses mudah bagi masyarakat untuk memiliki tabungan berupa emas yang dikenal sebagai instrumen investasi stabil.

Dalam skema yang sedang disiapkan, satu kilogram sampah diproyeksikan memiliki nilai sekitar Rp1.000.

Nilai tersebut nantinya dapat langsung dikonversikan dan dicatat sebagai tabungan emas di Pegadaian tanpa melalui tahapan tambahan, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengumpulkan aset berharga sekaligus berkontribusi pada kebersihan kota.

Selain fasilitas tabungan emas, Pemko Palangka Raya juga katanya telah menyiapkan berbagai skema insentif yang akan melibatkan perangkat daerah terkait.

Insentif tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat luas, baik dari kalangan individu, kelompok masyarakat, maupun pelaku usaha yang ingin terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

Bank Sampah Keren diharapkan Arbert Tobak dapat menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Palangka Raya.

Dengan mengkaitkan pengelolaan sampah dengan program tabungan yang menguntungkan diharapkan jumlah sampah yang terkelola dengan benar akan meningkat secara signifikan, sekaligus membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.

"Pemko Palangka Raya sedang melakukan koordinasi mendalam dengan pihak Pegadaian dan perangkat daerah terkait untuk menyempurnakan mekanisme pelaksanaan skema ini. Rencana utama adalah meluncurkan program secara bertahap mulai dari beberapa kelurahan percontohan sebelum akhirnya diperluas ke seluruh wilayah kota Palangka Raya dalam waktu dekat," pungkasnya. (MARINI/R)