BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga futures minyak sawit Malaysia meningkat ke level tertinggi 4,5 tahun dalam perdagangan Kamis sore (15/12), yang ditopang oleh pelemahan ringgit Malaysia dan ketatnya pasokan.
Dalam catatan Reuters, Jumat (16/12/2016), penguatan harga minyak sawit Malaysia itu adalah penguatan dalam tiga sesi berturut-turut, dengan dukungan faktor yang sama.
Padahal pekan lalu, harga minyak sawit melemah selama tiga sesi berurutan sehingga menjauh dari level tertinggi empat tahun. Tapi dengan penguatan yang terjadi selama pekan ini, mampu menutupi penurunan itu dan diharapkan pekan ini dapat mencatat penguatan mingguan.
Harga minyak sawit acuan untuk kontrak Februari, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, tercatat naik 1,9 persen menjadi 3.185 ringgit ($713) per ton pada akhir perdagangan kemarin. kenaikan harga tersebut merupakan yang tertinggi dari sisi kenaikan harian dalam sebulan terakhir.
Pada awal sesi, harga sempat menyentuh level 3.193 ringgit, yang merupakan level tertinggi sejak 16 Mei 2012.
Untuk volume transaksi dibukukan sebanyak 56.259 lot (setiap lot mencakup sebanyak 25 ton), atau berada di atas rata-rata pada 2015 yang sebanyak 44.600 lot yang diperdagangkan dalam satu sesi perdagangan.
Adapun ringgit melemah 0,4 persen menjadi 4,4620 per dolar AS pada Kamis sore, yang terlemah dalam dua pekan. Melemahnya ringgit membuat harga minyak sawit lebih murah bagi pemegang mata uang asing. (NEDELYA RAMADHANI/m)








