JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal di tengah sorotan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service terhadap pengelolaan anggaran negara.

Prasetyo, seusai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 9 Februari 2026 menyebut hingga saat ini tidak ada pelanggaran terhadap batas defisit fiskal yang telah ditetapkan.

"Selama ini juga tidak ada yang dilanggar. Batasan defisit juga masih terjaga," katanya soal lembaga rating yang menyarankan Pemerintah RI menjaga belanja supaya tidak melanggar defisit fiskal.

Menurut Prasetyo, pemerintah berfokus memperkuat fundamental ekonomi nasional dengan mendorong sektor riil serta mengoptimalkan realisasi belanja negara sejak awal tahun.

Langkah tersebut dinilai Prasetyo penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga menyatakan pemerintah tetap optimistis terhadap pengelolaan fiskal yang dijalankan.

Komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk terkait penilaian lembaga pemeringkat, terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional. "Jadi, kita optimistis dengan pengelolaan kita. Komunikasi terus dilaksanakan terkait hal itu," katanya.

Sebelumnya Moody's mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.

Dalam laporannya, Moody's menyampaikan pentingnya menjaga prediktabilitas pengambilan kebijakan, komunikasi publik, dan kualitas koordinasi antarkementerian/lembaga di tengah perubahan kebijakan dan tata kelola pengelolaan perekonomian yang sedang berjalan.

Moody's juga menyoroti pentingnya memperkuat basis penerimaan negara untuk mendukung belanja-belanja prioritas dan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

ANTARA