BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meningkatkan peran sekolah sebagai garda terdepan dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) melalui serangkaian kegiatan nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, sehingga dapat berkontribusi signifikan terhadap upaya promotif dan preventif.
“Kami mendorong sekolah melakukan kerja bakti rutin, pemeriksaan jentik nyamuk, serta edukasi langsung kepada siswa,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Vico, hingga saat ini, Kota Palangka Raya tercatat tujuh kasus positif DBD. Pemerintah setempat telah melakukan perawatan terhadap pasien dan pengasapan di wilayah yang terindikasi penyebaran nyamuk.
Disdik mendorong sekolah melaksanakan gerakan 3M Plus, yang mencakup menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, serta dibarengi pemeriksaan jentik secara berkala bekerja sama dengan puskesmas setempat. Kepala sekolah diinstruksikan untuk rutin menerapkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan sekolah.
“Peran guru, peserta didik, dan orang tua sangat penting agar sekolah menjadi lingkungan yang sehat dan aman dari DBD,” tambah Vico.
Selain itu, sekolah diminta melakukan sosialisasi kesehatan melalui upacara bendera, pembelajaran tematik, pemasangan poster, dan media edukasi tentang bahaya DBD. Siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang menerapkan kebiasaan bersih tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.
Disdik membuka ruang koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah kelurahan untuk mendukung langkah tambahan, seperti pengasapan terbatas sesuai rekomendasi medis.
“Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, kami optimistis pencegahan DBD dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan, terutama selama musim hujan,” pungkas Vico.









