PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 2026 yang bertepatan dengan masa libur sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, secara prinsip program nasional tersebut tetap berjalan, namun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kegiatan belajar mengajar selama Ramadan.

“Program MBG tetap dilaksanakan. Hanya saja, untuk teknis penyalurannya kami masih menunggu arahan dari pusat karena waktunya berbarengan dengan libur sekolah,” ujar Jayani di Palangka Raya seperti dikutip pada Selasa, 10 Februari 2026

Sambil menunggu juknis resmi, Dinas Pendidikan memberikan fleksibilitas kepada masing-masing satuan pendidikan untuk menentukan mekanisme penyaluran yang paling tepat selama masa libur, agar manfaat program tetap dirasakan peserta didik.

“Kami serahkan ke sekolah. Apakah makanan dibawa pulang oleh siswa atau menggunakan skema lain, itu menjadi kewenangan sekolah. Yang penting tidak terbuang dan tetap bermanfaat,” jelasnya.

Jayani menambahkan, dari sisi penyediaan, pengolahan dan distribusi makanan bergizi tetap dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pada hari sekolah normal, makanan akan didistribusikan langsung ke sekolah sesuai jadwal.

“SPPG tetap menyiapkan dan mengantar makanan. Saat kegiatan belajar normal, siswa menerima MBG di sekolah seperti biasa,” katanya.

Ia berharap dengan adanya kebijakan yang fleksibel tersebut, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan tetap efektif, tepat sasaran, dan mendukung pemenuhan gizi peserta didik meski berada di tengah suasana ibadah dan libur sekolah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan pemerintah kota menyiapkan 16 dapur SPPG untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam pelaksanaan program MBG.

“Untuk wilayah 3T, kami siapkan 16 titik dapur SPPG yang berada di luar dapur reguler perkotaan,” ujarnya.

Ia menyebutkan hingga saat ini sekitar 42 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Palangka Raya telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

“Dari total target 75.117 siswa, saat ini kurang lebih 42 ribu sudah tersentuh program MBG,” jelasnya.

Achmad Zaini menegaskan, Pemkot Palangka Raya bersama camat, lurah, serta TP PKK akan terus mencari solusi agar seluruh sasaran, termasuk anak-anak sekolah yang tinggal di bantaran sungai, tetap dapat menikmati layanan MBG secara merata.