BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Pertanian terus mendorong percepatan modernisasi pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada ratusan kelompok tani.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mendongkrak produktivitas sektor pertanian daerah, Selasa, 10 Februari 2026.
Penyerahan bantuan alsintan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kobar. Dilaporkan langsung oleh Kepala Distan Kobar, Kris Budi Hastuti, bahwa alsintan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pertanian saat ini.
“Bantuan alsintan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat proses budidaya pertanian,” ujarnya dalam laporannya.
Menurutnya, kebutuhan alsintan di tingkat petani terus meningkat, sementara kemampuan pengadaan secara mandiri masih terbatas. Oleh karena itu, pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator melalui berbagai sumber pendanaan.
“Pemerintah daerah berupaya memfasilitasi kebutuhan petani melalui bantuan yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten,” jelasnya.
Kris Budi Hastuti menambahkan, bantuan alsintan yang diserahkan kali ini bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2025, yang secara keseluruhan baru diterima pada Januari 2026. Bantuan tersebut sekaligus mendukung kebijakan nasional ketahanan pangan dan swasembada pangan.
Jenis alsintan yang disalurkan cukup beragam, mencakup alat prapanen hingga pascapanen. Di antaranya 1 unit excavator, 2 unit traktor roda crawler, 13 unit traktor perahu, 12 unit cultivator, 3 unit angkutan roda tiga, 30 unit mesin potong rumput, 50 unit electric hand sprayer, 1 unit combine harvester, serta 6 unit power thresher multiguna.
Seluruh bantuan tersebut disalurkan kepada 122 kelompok penerima yang terdiri dari kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA), serta kelompok wanita tani (KWT). Para penerima tersebar di 54 desa pada 6 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Khusus untuk alsintan pascapanen berupa combine harvester berukuran besar. Ia menyebutkan alat tersebut telah diserahkan kepada UPJA Mulia Jaya di Desa Palih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama.
“Saat ini combine harvester tersebut sudah dimanfaatkan untuk kegiatan panen padi dan sangat membantu petani di lapangan,” ungkapnya.
Selain bantuan dari APBD Provinsi, Kris Budi Hastuti juga melaporkan, bahwa pada Tahun Anggaran 2025 kelompok tani di Kabupaten Kobar menerima alsintan dari APBD Kabupaten dan APBN.
Bantuan dari APBD kabupaten telah diserahkan oleh Wakil Bupati Kobar pada 3 Desember 2025, sedangkan bantuan dari APBN sebagian telah disalurkan dan sebagian masih berada di brigade Dinas Pertanian.
Ia berharap, seluruh bantuan alsintan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap alsintan ini benar-benar dijaga, dirawat, dan digunakan bersama-sama agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh petani serta berdampak nyata pada peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkasnya.(NURITA/R)









