SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tak lama lagi masyarakat Desa Bukit Indah, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur tak perlu khawatir tentang jalan yang menjadi langganan banjir dan jalan usaha tani.

Jalan tersebut akan menjadi sasaran pembangunan fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1015 Sampit

Kepala Desa Bukit Indah Herman Usianto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD di wilayahnya. Ia menilai program tersebut sangat membantu desa, terutama untuk pembangunan infrastruktur yang sebelumnya belum mampu dibiayai melalui dana desa.

"Kalau untuk masyarakat Desa Bukit Indah khususnya, Desa Bukit Indah sangat berterima kasih sekali dengan adanya program TMMD ke-127 Kodim 101 Sampit. Jalan yang selayaknya kemarin kita tidak bisa membangun dari dana desa terbantu sekali," ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.

Desa Bukit Indah menjadi salah satu dari 3 desa yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD ke-127 Kodim 1015 Sampit di Kecamatan Telaga Antang.

Menurut Herman, salah satu sasaran penting TMMD adalah penanganan jalan yang kerap tergenang air saat musim hujan. Kondisi tersebut selama ini cukup mengganggu aktivitas masyarakat karena air kerap meluap hingga ke badan jalan.

"Khususnya untuk jalan yang tergenang air, yang pada saat banjir itu meluap air, ada bantuan untuk ditimbun," tambahnya.

Saat musim hujan, jalan lingkungan tersebut mengalami peningkatan debit air. Ketinggian genangan di badan jalan bisa mencapai 20 hingga 30 sentimeter.

Kondisi tersebut mengganggu lalu lintas, baik untuk ke sekolah, belanja, maupun ke perladangan, sehingga masyarakat terpaksa memutar jalan.

Selain itu TMMD ke-127 juga menyasar jalan usaha tani sepanjang 1.734 meter. Jalan ini menjadi akses utama masyarakat menuju kebun, namun sebelumnya masih berupa jalan tanah dan belum dilakukan penimbunan.

"Terus ada lagi jalan usaha tani sepanjang 1.734 meter, itu juga sangat membantu. Jalan ini memang jalan untuk berkebun masyarakat. Dengan program TMMD ini sangat membantu mempermudah masyarakat untuk mengangkut hasil-hasil perkebunan," katanya.

Sarana jalan usaha tani dan jalan lingkungan yang rawan tergenang merupakan kebutuhan paling mendesak di Desa Bukit Indah. 

Selain pembangunan 2 ruas jalan tersebut, TMMD ke-127 di Desa Bukit Indah juga mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembuatan satu unit sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Dengan keterbatasan anggaran dana desa, Herman mengakui pihaknya kesulitan menangani seluruh kebutuhan infrastruktur tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, kehadiran TMMD dinilai sangat strategis dan tepat sasaran.

"Dengan adanya pembangunan melalui TMMD ini, mudah-mudahan setelah ditimbun jalan menjadi lebih baik dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu saat musim hujan," pungkasnya.

TMMD ke-127 Kodim 1015 Sampit dilaksanakan di Desa Bukit Indah, Desa Tribuana dan Desa Batu Agung, Kecamatan Telaga Antang. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Pelaksanaannya didukung anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kotim sebesar Rp2 miliar dan DIPA Satker daerah bidang Bakti TNI Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp486.500.000. (DEWI PATMALASARI/R)