BORNEONEWS, Palangka Raya - Panitia Pembangunan Gereja Maranatha menerima kunjungan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 10 Februari 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung progres pembangunan rumah ibadah yang digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon baru di Kota Palangka Raya.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang, mengatakan kunjungan wakil rakyat itu sekaligus menjadi ruang dialog antara panitia, pemerintah daerah, serta pihak pelaksana pembangunan. Dalam pertemuan itu, panitia memaparkan capaian fisik pembangunan yang terus bergerak sesuai tahapan.
Menurut Rawing, jajaran Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah bersama tim perencana dan pelaksana turut menjelaskan detail kemajuan pekerjaan di lapangan. Sejumlah aspek teknis, mulai dari struktur bangunan hingga penataan kawasan, disampaikan agar seluruh pihak memiliki gambaran utuh mengenai arah pembangunan gereja tersebut.
Ia menuturkan, target penyelesaian pembangunan diarahkan rampung pada akhir 2026.
"Harapannya, pada perayaan Natal 25 Desember 2026, Gereja Maranatha sudah dapat digunakan oleh umat Kristiani di Kalimantan Tengah sebagai tempat ibadah yang representatif dan nyaman," tutur Rawing kepada Borneonews.
Rawing menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Gubernur beserta jajaran, yang dinilai konsisten mengawal proses pembangunan. Dukungan serupa juga datang dari anggota DPRD Kalteng yang sejak awal memberi perhatian terhadap keberlanjutan proyek ini.
“Terima kasih atas dukungan dan bantuan semua pihak. Kami berharap Gereja Maranatha tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon gereja yang modern dan membanggakan, bukan hanya bagi Palangka Raya, tetapi juga Kalimantan Tengah,” ujar Rawing. (TESTI PRISCILLA/j)









