BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mematangkan persiapan Pasar Ramadan 2026 yang akan dipusatkan di kawasan Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso. Tahun ini, pemerintah mengusung konsep baru yang diklaim lebih tertata, modern, dan berorientasi pada kenyamanan pengunjung serta penguatan UMKM lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya Samsul Rizal mengatakan, pembenahan konsep dilakukan sebagai respons atas meningkatnya animo masyarakat dan pelaku usaha setiap Ramadan.
“Pasar Ramadhan tahun ini kami rancang lebih tertib dan modern. Bukan sekadar tempat jual beli, tapi ruang publik yang nyaman dan representatif,” ujar Samsul, Rabu, 11 Februari 2026.
Salah satu perubahan utama adalah penyeragaman tenda tenant lengkap dengan fasia branding, guna memperkuat identitas usaha sekaligus menciptakan tampilan pasar yang lebih estetik dan profesional.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik pasar sekaligus memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi.
Selain penataan visual, panitia juga menyiapkan rekayasa arus pengunjung dengan pemisahan jalur masuk dan keluar melalui gate khusus, guna menghindari kepadatan di satu titik.
“Kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas. Alur sirkulasi kami atur agar tidak terjadi penumpukan massa,” jelasnya.
Fasilitas pendukung juga diperluas, mulai dari penyediaan meja dan kursi untuk berbuka puasa di lokasi, musala, toilet bersih, hingga area swafoto. Bahkan, Pasar Ramadhan Datah Manuah dirancang sebagai destinasi wisata religi keluarga.
Untuk menarik kunjungan lebih lama, panitia menyiapkan panggung hiburan yang akan diisi komunitas kreatif dan seniman lokal Palangka Raya.
“Kami ingin pasar ini hidup, bukan hanya sore hari, tapi menjadi ruang interaksi dan hiburan yang sehat bagi masyarakat,” kata Samsul.
Pemkot juga membuka kesempatan luas bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dan mengajak UMKM segera mendaftar melalui kanal resmi panitia.
Pasar Ramadhan selama ini menjadi denyut ekonomi musiman warga Palangka Raya. Selain mendorong transaksi jual beli, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi lintas masyarakat di kota yang majemuk.
“Nilai sosialnya penting. Pasar Ramadan bukan hanya milik umat muslim, tapi ruang kebersamaan seluruh warga Palangka Raya,” ujarnya.
Selain lokasi utama di Datah Manuah, aktivitas serupa juga digelar masyarakat secara swadaya di sejumlah titik strategis kota, dengan menjajakan beragam menu berbuka dan sahur, mulai dari lauk pauk, minuman segar, kue khas Ramadhan, hingga kurma.









