BORNEONEWS, Palangka Raya - Progres pembangunan Gereja Maranatha terus menunjukkan perkembangan. Pada 24 September 2024 lalu, Gereja Maranatha mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan parah sehingga dibentuklah panitia pembangunan kembali yang didukung Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran. Hal ini disampaikan Panitia Pembangunan saat menerima kunjungan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di lokasi pembangunan kemarin.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk memaparkan capaian pekerjaan yang telah dilakukan hingga saat ini.
"Panitia bersama jajaran Dinas PUPR, perencana, dan pelaksana membeberkan tahapan pembangunan yang sedang berjalan," kata Rawing kepada Borneonews pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menyebutkan, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga ritme pembangunan tetap sesuai rencana.
"Koordinasi rutin dilakukan agar setiap kendala teknis di lapangan dapat segera ditangani tanpa mengganggu target waktu penyelesaian," tuturnya lagi.
Rawing menargetkan, gereja tersebut dapat difungsikan pada perayaan Natal 25 Desember 2026. Dengan target itu, sisa pekerjaan akan difokuskan pada penyelesaian struktur utama, penyempurnaan interior, hingga penataan fasilitas penunjang.
Dalam kesempatan itu, panitia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah beserta jajaran yang telah memberikan dukungan nyata, baik dari sisi kebijakan maupun pendampingan teknis. Dukungan DPRD Kalteng dinilai turut memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan gereja yang representatif.
“Pembangunan ini adalah kerja bersama. Harapannya, Gereja Maranatha kelak menjadi gereja yang ikonik dan modern, menjadi kebanggaan umat Kristiani serta masyarakat Kalimantan Tengah,” kata Rawing Rambang.(TESTI PRISCILLA/j)









