BORNEONEWS, Sampit - Tumpahan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di ruas jalan umum dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Tumpahan seperti ini bukan hanya merugikan secara material, tapi juga bisa membahayakan nyawa orang di jalan. Pemilik angkutan wajib memastikan muatannya aman karena mereka ini melintas di jalan umum," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Rinie, Rabu, 11 Februari 2026.
CPO yang tercecer di badan jalan dapat menyebabkan permukaan menjadi licin, terlebih saat kondisi hujan. Hal ini berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan pengendara.
Ia menjelaskan, intensitas angkutan CPO di Kotim tergolong tinggi, mengingat aktivitas pengiriman dari perkebunan menuju pabrik pengolahan berlangsung hampir setiap hari. Dengan jumlah kendaraan yang mencapai ratusan unit, risiko tumpahan semakin besar apabila muatan tidak ditutup dan diamankan secara maksimal.
"Setiap hari ratusan kendaraan mengangkut CPO. Jika muatan tidak ditutup dengan baik, potensi tumpah sangat tinggi," ujarnya.
Dirinya juga menekankan peran penting Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim dalam melakukan pengawasan. Ia menilai, inspeksi rutin perlu dilakukan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, muatan terikat dengan aman, serta pengemudi memahami standar keselamatan pengangkutan.
"Pengawasan ketat dari Dishub menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat tumpahan CPO," tambahnya.
Selain pengawasan pemerintah, Rinie juga mendorong peningkatan kesadaran dari sopir dan perusahaan angkutan agar lebih disiplin terhadap aturan. (DEWI PATMALASARI/j)









