BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seleksi Tilawatil Quran (STQ) VII tingkat Kabupaten Lamandau 2017 akan dipusatkan di Kota Nanga Bulik, Kecamatan Bulik. Sedangkan gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Lamandau 2018 diselenggarakan di Kecamatan Bulik Timur. Demikian hasil rapat kerja daerah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lamandau 2016.

Rakerda LPTQ di Gedung LPTQ Lamandau, jalan Batu Batanggui, Nanga Bulik, yang dibuka Kamis (15/12/2016) itu, dihadiri oleh hampir seluruh pengurus LPTQ Kabupaten, ditambah pengurus LPTQ dari masing-masing kecamatan.

Ketua LPTQ Lamandau, H. Arsyadi Madiah, Jumat (16/12/2016), mengungkapkan, Rakerda LPTQ Lamandau 2016 telah menghasilkan beberapa keputusan strategis bagi keberlangsungan organisasi ke depan. Selain telah menentukan tempat bagi gelaran STQ VII 2017 dan MTQ VIII tahun 2018, LPTQ juga bertekad terus melakukan pembinaan berkesinambungan.

"Lebih spesifik lagi, LPTQ ke depan harus betul-betul memiliki kafilah unggulan untuk cabang-cabang lomba tertentu agar dapat meraih hasil maksimal pada ajang tingkat provinsi atau bahkan tingkat nasional. Sehingga LPTQ Lamandau memiliki andalan di cabang tertentu tanpa menafikan cabang lainnya," kata dia.

Selain itu, Arsyadi Madiah, juga mengungkapkan tentang beberapa hal lain yang turut dibahas dalam Rakerda. Misalnya, kata dia, membahas tentang dana pelaksanaan kegiatan baik STQ maupun MTQ. Misalnya, kata dia, untuk kegiatan STQ/MTQ Tingkat Kabupaten Lamandau, dananya menggunakan anggaran kecamatan tuan rumah dan Kesra Setda Lamandau.

Adapun untuk keikutsertaan kafilah untuk tingkat provinsi, anggarannya ditanggung atau menjadi bagian dari kegiatan pemerintah daerah melalui Kesra Setda Lamandau.

Selebihnya, mantan ketua KPU Lamandau tersebut juga berhap agar pemerintah daerah kabupaten Lamandau dapat segera melakukan rehabilitasi gedung LPTQ Lamandau yang beberapa waktu lalu mengalami kebakaran cukup hebat, sehingga mengakibatkan rusaknya sejumlah fasiltas yang ada.

"Kami sangat berharap agar pemerintah daerah segera melakukan rehab gedung LPTQ, khusunya di bagian yang terdampak parah akibat kebakaran pada bulan Nopember 2016 lalu. Karena kondisi saat ini cukup memprihatinkan, mengingat sangat banyak fasilitas yang sudah tidak mungkin dapat digunakan kalau tidak diperbaiki," tuturnya.

Apalagi, kata dia lagi, seperti diketahui bahwa Gedung LPTQ sejauh ini juga dapat disebut sebagai pusat kegiatan sejumlah organisasi keagamaan. Sebut saja MUI, LASQI, BKPRMI dan lain sebagainya. (HENDI NURFALAH/N).