JAKARTA –

BORNEONEWS, Berlin – Pandangan publik Jerman terhadap Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan. Hasil survei terbaru menunjukkan hampir dua pertiga warga Jerman kini memandang AS sebagai salah satu ancaman terbesar bagi perdamaian global, meski negara tersebut merupakan sekutu utama dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Survei yang dilakukan Institut Allensbach pada Januari 2026 untuk Center for Strategy and Higher Leadership mencatat 65 persen responden menilai Amerika Serikat sebagai negara yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi perdamaian dunia. Temuan ini dirilis pada Selasa, 10 Februari 2026.

Data tersebut menandai penurunan tajam citra Amerika Serikat di mata publik Jerman sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden untuk masa jabatan kedua pada Januari 2025. Sebagai perbandingan, pada 2024 hanya 24 persen warga Jerman yang menganggap AS sebagai ancaman perdamaian global. Angka itu meningkat menjadi 46 persen pada 2025, sebelum melonjak ke level tertinggi tahun ini.

Selain itu, survei juga menunjukkan meningkatnya keraguan warga Jerman terhadap komitmen Amerika Serikat dalam kerangka NATO. Hanya 32 persen responden yang meyakini AS akan memberikan bantuan militer apabila Eropa diserang. Sementara itu, 35 persen menyatakan tidak percaya AS akan turun tangan, dan 33 persen lainnya belum menentukan sikap.

Meski kekhawatiran terhadap Washington meningkat, Rusia tetap menjadi negara yang paling banyak dipersepsikan sebagai ancaman utama terhadap keamanan global. Sebanyak 81 persen responden menilai Rusia berbahaya bagi perdamaian dunia. Di posisi berikutnya, China menempati urutan ketiga dengan 46 persen responden memandang negara tersebut sebagai ancaman terhadap stabilitas global.

Institut Allensbach melaksanakan survei representatif ini pada 6–19 Januari 2026 dengan melibatkan sekitar 1.100 responden di seluruh Jerman.

ANTARA