BORNEONEWS, Jakarta – Sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk menjamin keamanan serta memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman dan tertib.
“Kita hadir untuk menjaga saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” ujar Reynold.
Sebelum pengamanan dilakukan, jajaran kepolisian telah menggelar tactical wall game (TWG) guna memberikan gambaran kondisi lapangan yang berpotensi dihadapi personel. Langkah tersebut dibarengi dengan apel kesiapan sebagai upaya antisipasi serta pemetaan dinamika massa selama aksi berlangsung.
Reynold menegaskan seluruh personel pengamanan diperintahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis. Ia juga memastikan personel yang bertugas tidak dibekali senjata api.
“Personel tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, serta profesional,” katanya.
Pengamanan aksi ini melibatkan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek di wilayah setempat. Tujuannya agar penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres juga mengimbau para orator dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak memprovokasi pihak lain, tidak menutup jalan umum, serta menghindari tindakan anarkis seperti membakar ban atau merusak fasilitas umum.
Selain itu, masyarakat di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI diminta tidak terpancing provokasi. Sementara bagi pengguna jalan, kepolisian menyarankan agar mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.
“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
ANTARA









