BORNEONEWS, Palangka Raya - Kecamatan Pahandut dikenal sebagai jantung pusat niaga Kota Palangka Raya. Anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) untuk segera menerbitkan regulasi yang mendukung penataan kawasan Pasar Besar Palangka Raya. Tujuannya, agar konsumen dapat berbelanja dengan lebih nyaman dan aman.
Tantawi Jauhari menjelaskan bahwa Pasar Besar Palangka Raya memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian kota. Namun, kondisi pasar yang kurang teratur seringkali menjadi keluhan para pengunjung. Ia menekankan pentingnya regulasi yang jelas untuk menata kawasan pasar agar lebih representatif.
"Pasar Besar ini urat nadi ekonomi kita. Regulasi yang tepat akan menata pasar, memberikan kenyamanan bagi pembeli, dan meningkatkan pendapatan pedagang," ujar Tantawi Jauhari, Rabu 12 Februari 2026.
Lebih lanjut, Tantawi Jauhari menggarisbawahi beberapa aspek penting dalam penataan pasar, antara lain: penataan pedagang yang lebih teratur, perbaikan infrastruktur yang memadai, peningkatan kebersihan dan sanitasi, serta jaminan keamanan bagi pengunjung.
Ia juga mendorong, Pemko untuk melibatkan partisipasi aktif dari pedagang dan masyarakat sekitar dalam proses penyusunan regulasi.
"Penataan pasar harus komprehensif. Libatkan pedagang dan masyarakat agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka," tegasnya.
Tantawi Jauhari berharap, dengan adanya regulasi yang jelas dan implementasi yang efektif, Pasar Besar Palangka Raya akan bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan yang modern, bersih, aman, dan nyaman. Hal ini akan meningkatkan daya tarik pasar bagi konsumen dan berdampak positif pada peningkatan omzet pedagang.
"Dengan komitmen bersama dari Pemko, DPRD, pedagang, dan masyarakat, diharapkan Pasar Besar Palangka Raya dapat terus menjadi kebanggaan Kota Palangka Raya dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah," tambahnya.
Tantawi Jauhari optimis, dengan penataan yang baik, Pasar Besar akan semakin diminati oleh masyarakat dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern lainnya. (MARINI/H)









