PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Meski belum sepenuhnya rampung, rest area yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya para pengendara sebagai tempat singgah sementara.

Ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan penambahan fasilitas serta promosi agar keberadaan rest area tersebut semakin dikenal.

Kepala  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan perhubungan Ferdinand Yacob Vella mengatakan dirinya baru dilantik pada 31 Desember 2025 sehingga belum terlibat langsung dalam proses perencanaan maupun penganggaran pembangunan rest area tersebut.

“Sejujurnya saya tidak ikut dalam penyusunan perencanaan dan anggaran karena baru dilantik. Saat ini saya masih perlu meneliti dokumen-dokumennya, termasuk melihat sejauh mana progres pembangunannya,” ujar Ferdinand. Rabu, 11 Febuari 2026.

Ia menyebutkan, apabila data dan desain keseluruhan sudah jelas, pihaknya siap melanjutkan pengembangan rest area tersebut. Namun untuk sementara, dalam rencana kerja anggaran belum tercantum secara spesifik kelanjutan pembangunan.

Meski demikian, Ferdinand  memastikan rest area sudah bisa digunakan untuk tempat beristirahat para sopir dan pengguna jalan.

“Untuk sekadar istirahat sebenarnya sudah cukup. Walaupun belum maksimal, rest area ini sudah bisa dimanfaatkan,” kata Ferdinand. 

Kendala utama saat ini, lanjut Ferdinand, adalah belum tersedianya penerangan di malam hari sehingga membuat sebagian pengendara masih ragu untuk berhenti.

“Kalau malam masih gelap karena belum ada PJU. Ini yang jadi pertimbangan para sopir,” jelasnya.

Pemkab Pulang Pisau juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait rencana penambahan fasilitas tahun ini, seperti penerangan jalan umum, akses jalan, toilet, serta sarana pendukung lainnya.

Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi melalui media sosial dan pemasangan rambu penunjuk arah dari jalur Palangka Raya maupun Banjarmasin.

“Nanti akan kita pasang penunjuk, misalnya 500 meter lagi masuk rest area. Kita juga minta dukungan perangkat daerah lain supaya sama-sama mempromosikan,” tambahnya.

Ke depan, kios-kios yang tersedia di kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM sebagai tempat berjualan, sehingga rest area tidak hanya menjadi lokasi istirahat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Rest area ini dibangun untuk membantu masyarakat. Harapannya bisa benar-benar hidup dan bermanfaat,” pungkas Ferdinand. (RETHA/H)