BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mengajak generasi muda di daerah ini untuk ambil bagian dalam Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Ajang tahunan ini mengusung tema, “Duta Bahasa Berdaya dan Berkarya,” sebagai ruang aktualisasi anak muda dalam penguatan bahasa dan sastra di Bumi Tambun Bungai.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, mengatakan pemilihan Duta Bahasa tidak semata-mata kompetisi, melainkan wadah pembinaan kader literasi yang diharapkan mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus turut melestarikan bahasa daerah di Kalimantan Tengah.
“Melalui Duta Bahasa, kami ingin menghadirkan figur generasi muda yang berdaya, kreatif, dan mampu berkarya nyata di tengah masyarakat. Mereka diharapkan menjadi penggerak literasi serta mitra strategis Balai Bahasa dalam memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang berkaidah, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujar Sukardi Gau pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menambahkan, keberadaan Duta Bahasa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran berbahasa di ruang-ruang publik, pendidikan, hingga media sosial.
"Tantangan kebahasaan di era digital membutuhkan anak muda yang adaptif, komunikatif, dan berkomitmen menjaga marwah bahasa," tuturnya.
Periode pendaftaran Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 dibuka pada 7–28 Februari 2026. Calon peserta dapat mengakses panduan peserta dan formulir pendaftaran melalui tautan resmi yang telah disediakan Balai Bahasa Kalteng.
Sukardi berharap partisipasi generasi muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dapat semakin meningkat dari tahun ke tahun.
"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Kalteng untuk menyalurkan potensi, gagasan, dan kreativitasnya. Ini kesempatan untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bahasa dan sastra daerah,” tegasnya.
Pemilihan Duta Bahasa diharapkan melahirkan duta-duta muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mampu membawa semangat literasi dan kebanggaan berbahasa Indonesia ke tingkat nasional, sembari tetap berpijak pada kearifan lokal Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









