BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam rangka memperingati Hari Suci Tumpek Uye, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas melalui Seksi Penyelenggara Hindu telah menggelar kegiatan penanaman pohon dan pelepasan burung di halaman Pura Jagatnatha Kapuas.
Kegiatan mengusung semangat penguatan ekoteologi melalui tema Green Dharma Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya.
Kegiatan sakral tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Penyelenggara Hindu Kemenag Kapuas, Sugianto, dan diikuti seluruh jajaran staf Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Kapuas.
Prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bagian dari rangkaian perayaan keagamaan umat Hindu.
Sugianto menyampaikan bahwa Hari Suci Tumpek Uye menjadi momentum spiritual untuk meneguhkan ajaran dharma dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak positif bagi lingkungan.
“Tumpek Uye mengajarkan kepada kita bahwa menjaga dan melestarikan alam serta seluruh makhluk hidup adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan. Melalui kegiatan penanaman pohon dan pelepasan burung ini, kami ingin menanamkan kesadaran ekoteologi yang berkelanjutan,” ungkap Sugianto, Rabu, 11 Februari 2026.
Tema Green Dharma Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya mengandung ajakan agar umat Hindu mengaktualisasikan ajaran agama dalam bentuk kepedulian konkret terhadap kelestarian lingkungan hidup, termasuk perlindungan satwa dan keseimbangan ekosistem.
Secara nasional, perayaan Hari Suci Tumpek Uye juga dipusatkan di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, Gunung Salak, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., serta dihadiri jajaran Ditjen Bimas Hindu, pimpinan PHDI pusat dan daerah, tokoh umat, dan umat Hindu dari berbagai wilayah.
Menutup kegiatan di Kapuas, Sugianto berharap nilai-nilai Green Dharma tidak berhenti sebagai seremoni semata.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan, tetapi menjadi gerakan bersama umat Hindu dalam menjaga kelestarian alam demi generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kapuas menegaskan komitmennya dalam mendukung moderasi beragama sekaligus pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. (SABRIANOOR/R)









