PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menyatakan dukungan dunia perkebunan kelapa sawit di Kalteng terhadap upaya peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.

Menurut Rawing, sektor perkebunan kelapa sawit memiliki ruang kontribusi yang cukup besar dalam mendukung pengembangan jagung, terutama melalui pemanfaatan lahan sela di areal perkebunan, dukungan sarana prasarana, serta pendampingan teknis kepada petani di sekitar kebun.

“Sinergi antara perusahaan perkebunan dan masyarakat menjadi kunci agar pengembangan jagung bisa berjalan berkelanjutan,” kata Rawing pada Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menilai, kolaborasi yang terbangun tidak semata-mata bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat desa di sekitar perkebunan. Program kemitraan, pembinaan kelompok tani, hingga fasilitasi akses benih dan pupuk dinilai dapat mempercepat adopsi budidaya jagung yang lebih produktif.

Rawing menambahkan, dukungan dunia usaha perkebunan juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong diversifikasi pangan di daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang ada di kawasan perkebunan dapat dimanfaatkan tanpa mengganggu fungsi utama kebun kelapa sawit.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah, instansi teknis, dan pelaku usaha dapat memperkuat koordinasi agar pengembangan jagung di Kalimantan Tengah berjalan terarah. “Kalau programnya disinergikan, dunia perkebunan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat produksi jagung dan ketahanan pangan di Kalteng,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng menyampaikan bahwa luas panen jagung pipilan pada 2025 mencapai 9,95 ribu hektare, naik sebanyak 1,39 ribu hektare atau 16,34 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang sebesar 8,56 ribu hektare. Potensi luas panen Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 2,58 ribu hektare, mengalami peningkatan sebesar 16,03 persen dibanding Januari-Maret 2025.

Sedangkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 sebanyak 43,87 ribu ton, turun sebanyak 0,76 ribu ton atau 1,71 persen dibandingkan pada 2024 yang sebesar 44,64 ribu ton. Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,66 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 0,58 ribu ton (5,80 persen) dibanding Januari–Maret 2025. (TESTI PRISCILLA/j)