SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur menargetkan pengoperasian satu puskesmas baru pada 2026 yakni Puskesmas Antang Kalang II yang berlokasi di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang. 

"Insya Allah tahun ini kita akan mengoperasionalkan satu puskesmas lagi, hasil pemekaran puskesmas di Kecamatan Antang Kalang, yaitu Puskesmas Antang Kalang II di Desa Gunung Makmur," kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Rabu, 11 Februari 2026.

Saat ini bangunan puskesmas telah rampung dan pihaknya tengah melakukan pendataan wilayah pelayanan.

Pendataan tersebut bertujuan untuk menentukan desa-desa yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Tumbang Kalang dan mana yang akan dilayani oleh Puskesmas Antang Kalang II.

Dinkes Kotim juga sedang menyusun kebutuhan dan pembagian tenaga kesehatan. Tenaga medis yang saat ini bertugas di Puskesmas Tumbang Kalang akan diusulkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendapatkan persetujuan pemekaran.

"Setelah ada persetujuan dari provinsi, baru kita lakukan registrasi ke Kementerian Kesehatan. Jika nomor registrasi sudah keluar, maka pemecahan wilayah puskesmas bisa langsung dioperasionalkan di lapangan," ujarnya.

Pemekaran Puskesmas Tumbang Kalang menjadi dua unit pelayanan ini bersifat sangat mendesak. Pasalnya, jarak antara puskesmas dengan sejumlah desa di wilayah tersebut mencapai sekitar 30 kilometer, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

"Dengan adanya Puskesmas Antang Kalang II di Gunung Makmur, akses pelayanan kesehatan akan jauh lebih dekat. Ini penting agar masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat bisa segera tertangani," tambahnya.

Ia mengatakan, kehadiran puskesmas baru tersebut juga akan meningkatkan efisiensi pelayanan dan ketepatan rujukan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

"Dengan adanya Puskesmas Antang Kalang II di Gunung Makmur maka akses pelayanan bisa lebih cepat, efisien, mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mana kala kita harus merujuk maka ketepatan dan kecepatan rujukan bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)