BORNEONEWS, Kabupaten Tangerang - Pelatih timnas Indonesia U-17 Nova Arianto menegaskan pentingnya masa transisi yang berjalan lancar menuju kepemimpinan pelatih baru, sekaligus menekankan bahwa pembentukan karakter dan mental pemain muda tetap harus menjadi fondasi utama dalam program tim nasional.
Hal itu ia sampaikan pada jumpa pers setelah pertandingan uji coba antara timnas Indonesia U-17 melawan timnas China U-17 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Rabu. Pada laga itu, pasukan Nova kalah dengan skor 2-3.
“Dua game ini menjadi bahan untuk pelatih timnas U-17 yang baru (Kurniawan Dwi Yulianto) dalam mengobservasi tim, melihat level kita ada di mana, dan apa yang harus diperbaiki,” kata Nova.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar target jangka menengah seperti Piala AFF U-17, Piala Asia U-17, hingga peluang lolos ke Piala Dunia tetap terjaga.
Nova sendiri telah mendapat tanggung jawab baru, yakni menjadi pelatih timnas U-20.
“Harapannya masa transisi ini bisa berjalan dengan baik dan tradisi kita menuju Piala Dunia bisa tercapai,” ujarnya.
Selain membahas pergantian pelatih, Nova juga memaparkan pandangannya soal pendekatan melatih pemain usia muda.
Ia menilai setiap pelatih memiliki metode dan filosofi berbeda, namun tujuan utama tetap sama, yakni membangun mentalitas kuat sejak dini.
Nova mengaku selalu menanamkan kepada para pemain agar tidak gentar menghadapi lawan mana pun di level internasional.
“Yang paling penting bagaimana anak-anak muda ini bisa bermain dengan mental yang kuat. Saya selalu minta mereka tidak pernah takut dengan siapa pun,” kata Nova.
Ia berharap pelatih berikutnya dapat memahami karakter para pemain dan melanjutkan proses pembinaan mental tersebut, meskipun dengan pendekatan yang mungkin berbeda secara teknis.
“Secara metode dan filosofi pasti berbeda, tapi semoga pelatih yang baru bisa mengenal karakter pemain dan membawa kita sampai ke Piala Dunia,” pungkasnya.
ANTARA









