MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mempercepat pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelatihan digitalisasi koperasi sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan daya saing koperasi di era teknologi.

Pelatihan digitalisasi koperasi ini digelar selama tiga hari, 10–12 Februari 2026, di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh, dan diikuti 50 peserta dari 25 KDKMP se-Kabupaten Barito Utara. Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Utara, Eveready Noor, menegaskan bahwa digitalisasi koperasi bukan sekadar program daerah, melainkan amanat nasional untuk menjadikan koperasi sebagai motor penggerak swasembada pangan dan hilirisasi produk desa.

“Tujuan besar itu tidak akan tercapai jika koperasi masih dikelola secara tradisional. Digitalisasi adalah keharusan agar koperasi bisa tumbuh profesional dan berdaya saing,” ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026.

Ia menyebutkan, program ini sejalan dengan visi Kabupaten Barito Utara menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkeadilan, sekaligus mendukung implementasi program strategis daerah 11.12 GASPOL (Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal).

Menurut Eveready, penerapan sistem digital akan mendorong tata kelola koperasi yang lebih transparan, efektif, dan efisien, terutama dalam administrasi serta pencatatan keuangan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada anggota.

“Percepatan harus dilakukan di seluruh lini, termasuk penguatan ekonomi desa dan kelurahan melalui sistem koperasi yang terintegrasi secara digital,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, M. Mastur, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola koperasi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung operasional dan pelayanan koperasi.

“Dengan pengelolaan berbasis digital, koperasi diharapkan menjadi lebih modern, akuntabel, serta mampu memperluas jaringan usaha dan pemasaran produk hingga ke tingkat nasional,” jelasnya.

Narasumber pelatihan berasal dari Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara, Dekopinda Barito Utara, serta praktisi teknologi digital. Pemerintah daerah berharap, melalui pelatihan ini, KDKMP dapat tumbuh sebagai kekuatan ekonomi desa yang nyata, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta berkontribusi menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Barito Utara.