BORNEONEWS, Sampit - Sepasang turis Rusia, nekad keliling delapan negara, termasuk Indonesia dengan modal US$100, atau setara dengan Rp1,3 juta. Di Indonesia, pasangan suami-istri, Alex dan Diana ini, sudah mengunjungi sejumlah kota besar di Pulau Jawa, dan Sumatera sebelum ke Kalimantan. Mereka sudah menjejakkan kaki di Kazakstan, India, Banglades, Myanmar, dan Thailand.
“Kami memulai perjalanan sekitar dua bulan lalu dari Moskow, Rusia, dan sudah melintasi lima negara, hingga akhirnya sampai ke Indonesia,” ujar Diana, dengan berbahasa Inggris kepada wartawan di PWI Kotawaringin Timur, di Sampit, Jumat (16/12/2016).
Sedangkan setibanya di Indonesia, wisatawan asal Rusia ini, lebih dulu berada di Kota Medan sekitar tiga pekan lalu. Kemudian mereka berkeliliang ke sejumlah kota di Sumatera dan Jawa.
Selama dalam perjalanan mereka tersebut, keduanya menumpang kendaraan masyarakat lokal yang bersedia membantu mereka. Hal tersbeut juga sama dilakukan saat hendak tidur, mereka sering diberi tumpangan di rumah penduduk atau tempat ibadah. Sedangkan untuk mengisi perut, mereka hanya makan buah-buahan dan tidak mengkonsumsi daging.
“Kami sangat terkesan dengan keramahan warga Indonesia, yang sangat baik dan bersedia memberi tumpangan serta makanan gratis kepada kami,” ungkap Dina sambil tersenyum.
Di Kalimantan, keduanya memulainya dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kemudian dilanjutkan ke Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sejak dua hari terakhir.
Mereka berdua sangat terkesan dengan keramahan masyarakat di Sampit ini, apalagi suasana kotanya juga sangat nyaman dan bagus. “Untuk saat ini di negara kami sedang musim bingin, bahkan cuacanya mencapai -29 derajat celcius,” kata pasangan tersebut.
Selain itu, mereka mengomentari buah-buahan di Indonesia sangat enak dan tidak pernah ada di negara mereka. Buah tersebut adalah nanas dan jeruk Bali.
Setelah singgah di Kota Sampit, kedua traveler backpacker ini berencana melanjutkan perjalanan ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, seterusnya ke Malaysia.
“Kami berencana kembali ke Indonesia dan singgah ke Kota Sampit lagi, mungkin sekitar dua tahunan lagi,” ucap Diana.
Keduanya mengaku sangat menikmati traveling mereka. Sepanjang perjalanan banyak pengalaman yang mereka dapatkan. Seperti belajar bahasa Indonesia, dan punya banyak teman baru. (M. HAMIM/N).








