BORNEONEWS, Sampit – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang akan segera dirayakan memiliki makna filosofis mendalam bagi umat Khonghucu. Tahun ini berada dalam naungan shio Kuda Api, yang melambangkan dinamika perubahan, kecepatan, serta kekuatan transformasi.
Tokoh agama Konghucu di Sampit Wenshi Suhardi menjelaskan, shio Kuda identik dengan semangat bergerak maju, penuh energi, dan tidak diam di tempat. Sementara unsur api mencerminkan perubahan besar serta proses transformasi dalam kehidupan.
"Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan shio kuda api. Kuda itu lambang kecepatan, energi dan kekuatan. Sementara api adalah lambang perubahan dan transformasi. Maka secara filosofis dapat kita pahami bahwa di tahun baru yang akan datang adalah orang-orang yang bisa beradaptasi dengan percepatan mereka adalah yang akan maju. Sementara yang lambat akan tertinggal,” kata Wenshi Suhardi, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, filosofi shio Kuda Api sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perubahan terjadi begitu cepat, baik dalam teknologi, ekonomi, maupun kehidupan sosial. Mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
"Seperti seekor kuda yang aktif dinamis bergerak, sementara api lambang sebuah transformasi atau perubahan. jadi siapapun yang bisa beradaptasi dengan perubahan akan selangkah lebih maju di kemudian hari," tambahnya.
Wenshi Suhardi berharap, momentum Tahun Baru Imlek ini membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ia berharap masyarakat mampu mengambil nilai-nilai kebijaksanaan dari filosofi Imlek untuk menghadapi tantangan ke depan.
"Harapan kita keadaan bangsa kita semakin membaik. Sekali lagi bagi orang-orang yang bisa beradaptasi dengan kemajuan zaman dan bisa bertransformasi dengan kondisi apa pun saat ini, mereka yang akan lebih maju," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









