BORNEONEWS, Sampit – Kehidupan umat beragama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai berjalan harmonis dan kondusif. Hal ini dirasakan oleh umat Konghucu yang hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain dalam suasana toleransi yang tinggi.
Tokoh agama Konghucu di Sampit Wenshi Suhardi menyampaikan rasa syukur atas kondisi kerukunan umat beragama di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Sampit. Menurutnya, hubungan lintas agama di Kotim terjalin sangat baik dan saling menghormati.
"Sebagai umat Konghucu kita bersyukur berada di Kalimantan Tengah khususnya di Sampit ini. kita menjalin hubungan antar lintas agama dengan harmonis dan kondusif," ujar Wenshi Suhardi, Kamis, 12 Februari 2026.
Dirinya juga tergabung sebagai anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kotim. Dalam forum tersebut, seluruh anggota merupakan perwakilan dari enam agama yang ada di Kotim, sehingga menjadi wadah penting dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.
"Jadi saya sendiri sebagai anggota FKUB, di mana FKUB semua anggotanya sebagai representasi semua agama yang ada di Kotawaringin Timur. kebetulan di Sampit ini lengkap ada 6 agama," tambahnya.
Ia mengaku merasa bahagia karena umat Konghucu mendapatkan perlakuan yang setara dengan umat agama lainnya. Ia menilai moderasi beragama di Kotim berjalan dengan baik, sehingga tercipta kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.
"Saya sebagai wakil Konghucu di sana merasa bahagia Konghucu disamaratakan dengan agama-agama besar yang ada di Sampit. tingkat toleransi sangat tinggi dengan moderasi beragama kita hidup rukun berdampingan dengan agama-agama lain," katanya.
Ia menambahkan, selama ini tidak pernah terjadi intervensi terhadap kegiatan ibadah umat Konghucu. Sebaliknya, antarumat justru saling mendukung dan bersilaturahmi pada momentum hari besar keagamaan.
"Sejauh ini tidak pernah ada intervensi, kita saling mendukung ketika ada ibadah Natal kita bersilaturahmi ke gereja, Idul Fitri pun kita berkunjung ketika ada open house, begitu juga Buddha, Hindu dan yang lainnya," tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di Kotim terus menjaga dan merawat keharmonisan antarumat beragama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan stakeholder yang selama ini telah memberikan ruang dan perlindungan bagi umat Konghucu.
"Sebagai umat minoritas kami berterima kasih kepada pemerintah, stakeholder dan pemangku kepentingan lain yang ada di wilayah Kotim yang telah mengayomi melindungi dan memberikan kami kesempatan untuk berkembang, tumbuh bersama umat Konghucu seperti halnya umat agama yang lain," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









