BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara untuk empat kalinya melaksanakan kegiatan yudisium secara resmi sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik para lulusan. Program Pascasarjana menggelar yudisium dengan meluluskan 54 peserta pada Kamis, 12 Februari 2025.
Dari jumlah tersebut, peserta berasal dari berbagai program studi, mulai jenjang doktoral hingga magister. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya proses akademik sekaligus awal kontribusi para lulusan di dunia kerja dan pengabdian masyarakat.
Ketua Program Studi S2 dan S3 PSL SPS USU, Prof Rahmawaty, mengatakan yudisium kali ini meluluskan empat orang doktor dari dua program studi, yakni S3 Perencanaan Wilayah (PW) sebanyak dua orang dan S3 Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSL) dua orang. Selain itu, lulusan jenjang magister juga mendominasi jumlah peserta yang diyudisiumkan.
“Untuk jenjang S2, terdiri dari empat orang dari Program Magister Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (PWD), 39 orang dari Program Magister Manajemen (MM), serta tujuh orang dari Program Magister Manajemen Pendidikan (MMPP),” ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews.
Ia menyampaikan, capaian akademik peserta yudisium tahun ini cukup membanggakan. Dari total 54 peserta, sebanyak 26 orang dinyatakan lulus dengan predikat pujian atau cumlaude. Capaian tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa dalam menjaga kualitas akademik selama menempuh studi.
Menurut Prof Rahmawaty, prestasi ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing serta iklim akademik yang kondusif di lingkungan Program Pascasarjana. Pihaknya terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan penelitian agar lulusan memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Ia berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat dan dunia kerja, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Lulusan pascasarjana diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, baik di instansi pemerintahan, dunia usaha, maupun sektor pendidikan,” pungkas Prof Rahmawaty. (TESTI PRISCILLA/y)









