TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur, M Yamin, mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur masa khidmat 2025–2030 untuk semakin memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah daerah, terutama dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat serta penguatan literasi dan dakwah digital.

Pesan tersebut disampaikan Bupati melalui Asisten II Setda Barito Timur, Amrullah, saat menghadiri acara Ta’aruf dan Pengukuhan Pengurus MUI Kabupaten Barito Timur di GPU Mantawara, Tamiang Layang, Kamis, 12 Februari 2025.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Tengah Khairil Anwar, unsur Forkopimda Barito Timur, jajaran pejabat Setda, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, pengurus Nadhlatul Ulama (NU), pengurus MUI, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya yang dibacakan Amrullah, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan dan berharap momentum tersebut semakin memantapkan kiprah MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“MUI memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia serta menjunjung tinggi norma agama, sosial, kesusilaan, kesopanan, dan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Bupati juga menilai kontribusi MUI selama ini nyata, di antaranya melalui penerbitan buku penelitian Jejak Islam di Barito Timur pada 2025 serta penyelenggaraan MTQ Muallaf bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Barito Timur.

“Berbagai inovasi tersebut lahir dari kerja sama dan sinergi dengan banyak pihak. Kepengurusan yang baru diharapkan dapat mempertahankan dan melanjutkan hal-hal positif itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, sambutan Bupati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi Barito Timur SEGAH (Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis). Dalam konteks ini, MUI diharapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat dengan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Secara khusus, Bupati menyoroti tantangan era digital yang ditandai maraknya hoaks serta ujaran kebencian di media sosial. Ia meminta MUI mengambil peran aktif sebagai penggerak literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi secara bijak.

“Pengurus MUI harus menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang aman, etis, dan bertanggung jawab. Media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan konten dakwah yang edukatif, kreatif, dan menyejukkan,” katanya.

Bupati optimistis, dengan semangat baru serta tetap menjaga independensi dan marwah organisasi, MUI Kabupaten Barito Timur mampu menghadirkan perubahan yang lebih positif dan inovatif. Pemerintah daerah pun berkomitmen mendukung program-program MUI melalui dukungan anggaran maupun fasilitas.

“Semoga setiap ikhtiar untuk kemaslahatan umat menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi Barito Timur,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)