PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang reformasi birokrasi dengan berhasil meningkatkan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Setelah sekian lama bertahan di predikat B, kini ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut sukses meraih predikat BB (Sangat Baik).

Capaian ini menjadi bukti nyata adanya peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara di lingkungan pemerintah kota.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut positif torehan prestasi ini dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

"Kenaikan predikat ini bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas, melainkan cerminan dari komitmen kerja keras seluruh aparatur dalam mengelola program kerja yang lebih tepat sasaran," katanya, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa transformasi ini menunjukkan manajemen kinerja di Pemko Palangka Raya telah berjalan pada jalur yang benar.

Fairid menyampaikan sejumlah komitmen strategis untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas birokrasi ke depannya.

Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat integrasi perencanaan pembangunan dengan penganggaran.

Hal ini bertujuan agar setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan mampu memecahkan persoalan mendasar di Kota Cantik, seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan infrastruktur.

Selain itu, Fairid juga menekankan pentingnya inovasi dalam setiap layanan publik melalui digitalisasi sistem.

Dengan predikat BB ini, Pemko Palangka Raya dituntut untuk lebih transparan dan akuntabel.

Wali Kota berkomitmen untuk terus mendorong budaya kinerja yang berorientasi pada hasil (result-oriented government), sehingga setiap pegawai tidak hanya gugur kewajiban secara administrasi, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi daerah.

Meskipun telah meraih peningkatan signifikan, Fairid mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.

Tantangan ke depan dipastikan akan semakin kompleks, terutama dalam menyelaraskan kebijakan pusat dengan kebutuhan lokal yang dinamis.

Komitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala secara mandiri menjadi salah satu langkah kunci agar celah-celah inefisiensi dapat segera ditutup dan diperbaiki secara berkelanjutan.

Melalui keberhasilan meraih predikat BB ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Tengah dalam hal tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan semangat kolaborasi dan transparansi, Fairid optimis bahwa pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan daya saing daerah di tingkat nasional. (HENDRI/j)