PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menegaskan bahwa penertiban baliho dan bangunan di wilayah kota bukan semata persoalan perizinan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong investasi pariwisata.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, Pemko telah menurunkan tim gabungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penyisiran dan pemetaan titik-titik yang menjadi sasaran penertiban.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat citra Palangka Raya sebagai destinasi wisata yang nyaman dan menarik.

“Penertiban ini tidak hanya soal administrasi atau perizinan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan Palangka Raya sebagai destinasi wisata yang mampu bersaing,” ujar Achmad Zaini, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama penertiban adalah baliho yang terpasang tidak beraturan di berbagai lokasi. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya membangun citra “Kota Cantik Palangka Raya”.

“Wisatawan tentu ingin menikmati kota yang bersih dan tertata, bukan baliho yang bertebaran tanpa aturan,” tegasnya.

Achmad Zaini menekankan bahwa kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penataan kota yang dilakukan Pemko. Penataan lingkungan, menurutnya, berpengaruh langsung terhadap pengalaman kunjungan dan persepsi wisatawan terhadap daerah.

“Jika kota tertata rapi, bersih, dan estetik, maka citra daerah akan meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan citra tersebut diyakini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor akomodasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka peluang lapangan kerja baru.

Achmad Zaini pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program penertiban dan penataan kota. Pemko, kata dia, akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala agar kondisi kota tetap terjaga. 

“Harapannya, Palangka Raya tidak hanya dikenal sebagai kota yang cantik secara alamiah, tetapi juga tertata dengan baik dan nyaman untuk dikunjungi,” pungkasnya. (MARINI/j)