PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sektor listrik tercatat memberikan kontribusi sebesar 1,49 persen terhadap inflasi di Kota Palangka Raya. Namun, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menegaskan bahwa angka tersebut bukan disebabkan oleh kebijakan penyesuaian tarif listrik terbaru.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik sekaligus memastikan masyarakat tidak salah memahami faktor penyebab kenaikan inflasi di daerah.

Menurut Zaini, kontribusi sektor listrik terhadap inflasi lebih dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat serta akumulasi dinamika penggunaan listrik selama satu tahun terakhir.

“Kontribusi sektor listrik ini bukan karena adanya penyesuaian tarif baru, melainkan dipengaruhi perubahan perilaku konsumsi listrik masyarakat dan akumulasi perkembangan selama setahun terakhir,” ujar Zaini, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Pemko Palangka Raya terus melakukan pemantauan menyeluruh terhadap sektor-sektor yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga, termasuk mencermati dampak kondisi ekonomi makro terhadap pasar lokal.

Di tengah tekanan inflasi tahunan, Pemko memastikan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar tradisional masih dalam kondisi terkendali. Hal ini berdasarkan laporan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya yang secara rutin melakukan pengawasan harga komoditas esensial.

“TPID melaporkan sebagian besar harga komoditas pangan relatif stabil, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan harga,” jelasnya.

Zaini menambahkan, stabilnya harga pangan didukung oleh kelancaran pasokan dari petani lokal yang memasuki musim panen, serta koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pedagang dalam menjaga ketersediaan stok.

Ia berharap, kondisi tersebut dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Zaini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung kinerja TPID dengan melaporkan apabila ditemukan potensi kenaikan harga yang tidak wajar. 

“Dengan kerja sama semua pihak, stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat Palangka Raya dapat terus terjaga,” pungkasnya. (MARINI/j)