BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan arah pembangunan tahun 2027 dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Fokus utama pembangunan Kotim diarahkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dicerminkan melalu indeks pembangunan manusia atau IPM," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis, 12 Februari 2026.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kotim Tahun 2027 di Aula Sei Mentaya Bapperida Kotim.
Irawati mengapresiasi seluruh kepala desa, lurah, camat se-Kabupaten Kotim, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam rangkaian Musrenbang desa, kelurahan, hingga Musrenbang RKPD kabupaten. Proses tersebut telah berlangsung sejak Desember 2025 hingga 5 Februari 2026 sebagai dasar perumusan prioritas pembangunan daerah tahun 2027.
Ia menegaskan, forum konsultasi publik RKPD menjadi momentum strategis untuk menghimpun masukan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan guna menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah.
Untuk tahun 2027, pertumbuhan ekonomi Kotim diproyeksikan mencapai 5,28 persen. Target tersebut diharapkan dapat diraih melalui peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan UMKM, sektor pertanian dan ketahanan pangan, serta pengembangan sektor jasa seperti pendidikan dan kesehatan.
Sementara itu, angka kemiskinan ditargetkan turun hingga 4,06 persen. Upaya ini akan ditempuh melalui sinkronisasi data penerima bantuan sosial serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang pembangunan manusia, lanjutnya, Pemkab Kotim menargetkan capaian IPM sebesar 77,78. Target ini akan didorong melalui intervensi berkelanjutan pada sektor pendidikan dan kesehatan agar peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat dirasakan secara merata.
Irawati menekankan, partisipasi publik dalam forum tersebut sangat penting untuk memastikan RKPD 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kotim secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Kotim Tahun 2027 oleh Sekretaris Daerah, DPRD, Kepala Bapperida, perwakilan OPD, camat, akademisi, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, serta perwakilan perempuan dan anak.
Secara khusus, Irawati meminta Kepala Bapperida, Kepala Bapenda, Kepala BKAD, dan Kepala BPS untuk memaparkan rancangan awal RKPD 2027, asumsi pendapatan dan belanja daerah, serta kerangka ekonomi makro Kabupaten Kotim tahun 2027.
"Semoga forum ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kotim," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









