SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, umat Konghucu di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melaksanakan tradisi pembersihan patung para dewa atau kimsin di Kelenteng Kong Miao Lintang atau Harmoni Kehidupan Sampit.

"Kami hari ini sedang membersihkan patung para dewa atau kimsin, kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun menjelang tahun baru Imlek. Spirit dari membersihkan semua kimsin ini adalah membersihkan hati kita di dalam menyongsong tahun baru. Dengan hati yang bersih dan hati yang lapang tentunya kita dapat menjalani kehidupan yang lebih baik," kata Tokoh agama Konghucu di Sampit Wenshi Suhardi, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, di Kelenteng Harmoni Kehidupan terdapat sekitar 30 patung dewa yang dibersihkan dalam prosesi tersebut. Pembersihan dilakukan secara khusus dengan memandikan patung menggunakan air bunga, kemudian dibersihkan dan diberi parfum.

"Biasanya kami memandikan patung menggunakan air bunga, setelah itu dibersihkan dan dikasih parfum. Artinya di kehidupan ini kami ingin selalu beraroma wangi. Membuang sifat buruk agar sifat baiknya melekat," ujarnya.

Selain patung, altar persembahyangan juga turut dibersihkan agar seluruh sarana ibadah dalam kondisi bersih dan layak digunakan. Menurutnya, kebersihan media persembahyangan menjadi bagian penting agar umat merasa nyaman saat melaksanakan ibadah.

"Lebih spesifik kami membersihkan patung atau kimsin serta altar. Jadi ketika kami akan melaksanakan ibadah, media persembahyangan ini sudah benar-benar bersih. Sehingga para umat yang akan sembahyang akan nyaman," tambahnya.

Dalam kepercayaan umat Konghucu, tradisi ini juga memiliki makna spiritual mendalam. Diyakini bahwa menjelang tahun baru, para dewa akan melaporkan perbuatan umat selama setahun ke langit.

"Menurut kepercayaan umat Konghucu, saat itu ada dewa yang melaporkan ke langit perbuatan umat selama di dunia. Tentunya dengan harapan dengan segala kebaikan dan pahala yang kita dapat, feedback yang kita terima juga baik," katanya.

Sebelum mengikuti prosesi pembersihan kimsin, para umat diwajibkan mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Mereka terlebih dahulu membersihkan hati, kemudian membersihkan jasmani dengan mandi dan keramas.

"Secara spesifik sebelum membersihkan ini kami membersihkan hati, kemudian membersihkan jasmani dengan mandi keramas dan lain sebagainya. Misal wanita yang sedang haid tidak diperkenankan ikut dalam membersihkan kimsin. Makanya harus ditanya dulu apakah benar siap," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)