BORNEONEWS, Tamiang Layang – Damang Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Hengki, mengeluhkan belum adanya penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bhadra Cemerlang (BCL) untuk mendukung kegiatan lembaga adat atau kadamangan di wilayahnya.
Pernyataan itu disampaikan Hengki di sela kegiatan mediasi sengketa lahan antara ahli waris Bawoi Udong dan PT BCL, yang difasilitasi Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Sosial (PKS) Barito Timur. Mediasi berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Barito Timur, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, selain persoalan kewajiban kebun plasma yang belum dijalankan perusahaan, pihak kadamangan juga sudah berulang kali mengajukan permintaan CSR namun belum mendapat tanggapan serius.
“Terlepas dari plasma yang belum dilaksanakan oleh PT BCL, CSR yang kami minta dari keadaan juga hanya dijawab dengan kata tunggu dulu,” ujar Hengki.
Damang menegaskan hingga kini belum ada realisasi bantuan CSR dari perusahaan untuk mendukung kegiatan keadatan. “Belum. Berbagai macam proposal kita untuk kadamangan ini tidak ditanggapi,” tegasnya.
Hengki menjelaskan, lembaga adat memiliki keterbatasan anggaran karena selama ini hanya mengandalkan dana hibah pemerintah yang jumlahnya terbatas. Karena itu, Hengki berharap perusahaan dapat berkontribusi melalui CSR sebagaimana arahan pemerintah provinsi.
“Ada instruksi dari gubernur kalau bisa pihak ketiga (perusahaan) membantu, tapi kami buat proposal tidak pernah ditanggapi. Harapan kami ke depan supaya itu dilakukan dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Chief Development Officer (CDO) PT BCL, Bambang Budiansyah, saat dimintai tanggapan terkait tuntutan kebun plasma dan CSR, memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menyebut hal tersebut berada di luar substansi mediasi yang sedang berlangsung.
“Kalau itu mungkin di luar substansi, nanti saya akan konfirmasi dengan perusahaan,” jawab Bambang singkat.
PT BCL diketahui merupakan bagian dari jaringan korporasi PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) yang beroperasi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk di Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









