JAKARTA –

BORNEONEWS, Padang – Upaya pemulihan ekonomi warga terdampak bencana di Sumatera Barat terus digenjot. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengucurkan bantuan senilai Rp30,3 miliar yang difokuskan pada peningkatan keterampilan kerja serta penciptaan lapangan usaha bagi masyarakat.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis, 12 Februari 2026.

Dana puluhan miliar rupiah itu dialokasikan untuk sejumlah program produktif. Mulai dari pembangunan lima unit Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), pelatihan vokasi dan sertifikasi bagi 5.008 warga, program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk 100 orang, hingga 20 paket kegiatan padat karya.

Selain program berbasis kerja, Kemnaker juga menyalurkan bantuan tunai kepada 125 warga terdampak. Dukungan infrastruktur dasar turut diberikan melalui pembangunan dua unit sumur bor serta penyediaan mesin air.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari penanganan pascabencana yang sebelumnya telah dilakukan melalui aksi tanggap darurat.

“Di akhir tahun lalu, relawan Kemnaker Peduli sudah turun dengan dapur umum dan bantuan logistik. Kini kita masuk ke fase pemulihan ekonomi agar masyarakat bisa kembali bangkit dan mandiri,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan di wilayah Sumatra, Kemnaker mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di Pulau Sumatra. Balai pelatihan di berbagai daerah, mulai dari Padang, Medan, hingga Banda Aceh, dilibatkan aktif membantu masyarakat terdampak.

Yassierli mengakui, proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu. Namun ia optimistis, program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi mampu mempercepat kebangkitan masyarakat Sumatera Barat.

“Recovery ini memang tidak singkat. Harapannya ekonomi masyarakat segera pulih dan mereka kembali berdaya,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam proses pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga masyarakat diminta bersinergi agar hasil program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Pemulihan pascabencana adalah kerja bersama. Sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan,” tegas Yassierli. (*/j)