PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memacu pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar naik kelas melalui penguatan strategi pemasaran digital. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat nasional melalui platform e-commerce, tetapi juga menembus pasar ekspor.

Pelatihan pemasaran digital tersebut digelar di Gallery Lifestyle Nusantara, dengan melibatkan pelaku IKM dari berbagai sektor usaha. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan marketplace seperti Shopee serta optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi produk lokal.

Koordinator Tim Kreatif Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya sekaligus pegiat media sosial, Taufik Irawan, menekankan pentingnya literasi digital bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Menurutnya, penguatan branding produk menjadi kunci agar IKM mampu bersaing di pasar daring yang semakin kompetitif. Mulai dari teknik fotografi produk, optimalisasi Search Engine Optimization (SEO), hingga penyusunan caption yang menarik dan efektif.

“Pelaku IKM perlu memahami cara menampilkan produknya secara profesional di platform digital. Ini penting agar produk lokal punya nilai jual dan mampu bersaing di marketplace nasional,” ujar Taufik.

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah produk UMKM Palangka Raya telah berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya ke Selandia Baru. Selain itu, peluang pasar baru juga mulai dibuka ke wilayah Afrika Barat, khususnya bagi produk yang belum memenuhi standar ekspor negara maju.

Taufik menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kualitas produk saja tidak lagi cukup. Kemampuan mempresentasikan produk secara visual dan strategis di ruang digital menjadi faktor penentu daya saing usaha.

“Dengan literasi digital yang baik, jangkauan pasar bisa meluas hingga nasional bahkan internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” katanya.

Pelaku IKM sekaligus pengurus Koperasi Produsen Jawet Bawi Dayak, Bu Cumie Yantie, mengaku produk kerajinan rotan seperti tas, tikar, topi, dan aksesori telah berhasil menembus pasar ekspor, termasuk ke Selandia Baru. Meski demikian, ia menilai penguatan pemasaran online di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

“Pasar ekspor penting, tapi pasar dalam negeri juga harus kuat agar usaha tetap stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Admin IKM Dapoer Nyak Nononk, Juliati Ramadhani. Ia menilai pelatihan pemasaran digital sangat membantu pelaku usaha kecil yang selama ini masih terkendala promosi.

Produk unggulan keripik telo yang dikelolanya sudah dipasarkan melalui Instagram, TikTok, dan Shopee. Namun, trafik dan volume penjualan dinilai masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Sementara itu, pemilik Gallery Lifestyle Nusantara, Hairunnisa, mendorong pelaku UMKM dan IKM Palangka Raya untuk aktif masuk ke platform Shopee, baik melalui toko pribadi maupun etalase bersama yang dikelola tim “rumah bersama” atau galeri.

“Kami mengajak pelaku usaha lokal bergabung dalam program ekspor produk IKM dan UMKM. Pendampingan akan kami lakukan dari awal,” katanya.

Ia menjelaskan, ke depan akan dibentuk grup Shopee maupun Komodoin untuk memudahkan pendampingan serta distribusi awal produk. Sebelum masuk pasar ekspor, setiap produk akan melalui proses pemeriksaan kualitas oleh tim akurasi.

“Yang terpenting adalah akurasi dan kualitas, supaya produk benar-benar layak bersaing,” tegasnya.

Hairunnisa menambahkan, pihaknya siap membantu mencarikan pasar ekspor potensial agar produk-produk IKM dan UMKM Kota Palangka Raya semakin dikenal, baik di tingkat lokal, nasional, maupun mancanegara.