SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tantara Lawung Adat Mandau Talawang menggelar aksi demo di Kantor DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mempertanyakan kejelasan Kerja Sama Operasional (KSO) Agrinas Palma Nusantara yang surat rekomendasinya tiba-tiba dicabut.

"Ada beberapa koperasi tersendat, ditolak agrinas karena rekomnya dicabut DPRD," kata salah satu orator aksi demo, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, rekomendasi pihaknya terima pada November 2025. Saat itu ada 10-11 koperasi dan kelompok tani yang pihaknya ajukan untuk memperoleh KSO Agrinas Palma Nusantara.

Saat itu masyarakat merasa bangga tinggal beberapa langkah untuk bisa mengelola lahan sawit yang sebelumnya disita oleh Satgas PKH. Namun setelah verifikasi dan keluar SPK, secara tiba-tiba surat rekomendasi tersebut dicabut.

"Kami mewakili masyarakat koperasi tolong jelaskan apa persoalan koperasi ini, kami tidak mengerti karena tidak ada kejelasan di desa kami," ujarnya. 

Adapun dalam surat Nomor 001/LAMT-DPP/II/2026 tentang pemberitahuan aksi demo disebutkan tema aksi protes terhadap Ketua DPRD Kotim terkait penarikan rekomendasi dukungan kemitraan KSO bagi koperasi dan kelompok tani tanpa mekanisme keputusan rapat DPRD.

Aksi tersebut bertujuan menuntut klarifikasi terbuka dari Ketua DPRD Kotim, menolak tindakan sepihak pencabutan rekomendasi koperasi/kelompok tani, serta menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik dan penghormatan terhadap masyarakat adat, koperasi, dan kelompok tani. (DEWI PATMALASARI/j)