SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pedagang ayam di Pasar Ikan Mentaya (PIM) dan Pasar Keramat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengeluhkan penurunan omzet hingga 70 persen sejak maraknya penjual ayam dadakan yang berjualan di pinggir jalan di sejumlah ruas kota.

“Kalau dibandingkan dulu, sekarang ini paling sekitar 30 persen sisanya, sedangkan 70 persennya hilang. Kami bertahan karena kami perlu makan," kata Yani, salah satu pedagang ayam di PIM Sampit, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia mengatakan penurunan omzet ini membuatnya mulai kehilangan harapan lantaran aspirasi dari pedagang resmi yang disampaikan berulang kali belum direspons dengan tindakan nyata oleh pemerintah daerah.

Para pedagang resmi mengharapkan agar pedagang dadakan tersebut diarahkan dan diberi izin berjualan di area pasar seperti mereka. Mereka yakin hal ini dapat mengembalikan jumlah pembeli ke pasar sehingga transaksi dan omzet dapat meningkat kembali.

"Omzet per hari di PIM ketika sepi pembeli, ayam yang terjual berkisar 30 sampai 50 kilogram, sedangkan saat ramai mencapai 100 kilogram. Padahal dulu saya bisa menjual 300 hingga 400 kilogram ayam potong dalam sehari," tutur Yani yang sudah berjualan di PIM sejak 2001.

Yani juga menegaskan bahwa pedagang resmi sudah membayar lapak dan retribusi sebagai kontribusi kepada daerah, berbeda dengan para pedagang dadakan yang bebas berjualan di pinggir jalan.  “Belum lagi limbahnya itu bagaimana. Ini harusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” keluhnya.

Situasi ini dinilai membuat pemandangan kota Sampit semakin kumuh dan berpotensi memperburuk kondisi para pedagang resmi di pasar yang kini banyak yang tidak mampu bertahan. Bahkan, puluhan lapak di PIM dan Pasar Keramat sudah ditinggalkan pedagang, menyebabkan aktivitas pasar semakin sepi.

 “Kondisi seperti ini kan juga merugikan pemerintah daerah karena kehilangan pendapatan retribusi. Harusnya pemerintah bisa mengatur dan menempatkan pedagang dadakan itu ke dalam pasar, " ucapnya. 

Selain itu, para pedagang berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan agar masalah ini tidak berlarut dan menyebabkan permasalahan baru di berbagai bidang.

Terkait harga, ia menyebutkan ayam potong utuh di PIM Sampit saat ini Rp37 ribu per kilogram, sedangkan harga ayam bersih tanpa kaki Rp40 ribu per kilogram. 

Ia juga menyampaikan bahwa harga ayam sangat tergantung pasokan dan fluktuasi dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

 “Selama pasokan lancar dan agen tidak menaikkan harga, saya rasa harga tetap stabil," imbuhnya. (DEVIANA/y)