BORNEONEWS, Sampit – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotawaringin Timur merespons temuan dugaan gas elpiji 3 kilogram kurang takaran di salah satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Pelangsian, Sampit.
"Kami mendapat surat dari tim penyidik Subdit I Indagsi Dit Krimsus polda kalteng Untuk meminta tenaga teknis pendamping. Jadi kami dalam hal ini hanya sebagai pendamping pengecekan alat ukur," kata Kepala DKUPP Kotim Johny Tangkere, Jumat, 13 Februari 2026.
DKUPP Kotim hanya memfasilitasi proses pemeriksaan dengan menyediakan alat ukur dan dokumen verifikasi yang telah sesuai standar nasional.
Lokasi pemeriksaan berada di PT Niaga Jaya Makmur, SPBE elpiji 3 kg di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Jadi kami hanya diminta tenaga teknis untuk mendampingi. Dalam kegiatan itu memang mereka melakukan penyidikan, saya kurang tahu apa penyelidikan atau penyidikan nanti silakan koordinasi di Polda terkait dengan dugaan penyimpangan timbangan elpiji 3 kg," ujarnya.
Ia merinci, penimbangan dilakukan sesuai dengan syarat BDKT (Berat Dalam Keadaan Terbungkus) elpiji 3 kilogram. Dari satu truk berisi sekitar 560 tabung gas elpiji, diambil sampel penimbangan sebanyak 80 tabung.
Data hasil penimbangan tersebut langsung diserahkan kepada penyidik karena prosesnya berada dalam kewenangan Polda.
Terkait operasional SPBE, Johny memastikan distribusi elpiji ke masyarakat tetap berjalan. Dari total 12 nozzle pengisian, hanya dua nozzle yang dipasangi garis polisi.
"Sepuluh nozzle tetap beroperasi normal. Yang dipolice line hanya dua nozzle serta 80 tabung sampel," tambahnya.
Seluruh hasil pemeriksaan diserahkan kepada penyidik Polda Kalimantan Tengah. "Terkait kasus ini apakah nantinya ada Penyimpangan atau ada tindakan pidananya itu nantinya ranah Polda yang menjelaskan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Subdit I Indagsi Dit Krimsus Polda Kalteng bersama Disperdagin Kotim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBE PT Niaga Jaya Makmur pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dari pemeriksaan, ditemukan sekitar 80 tabung gas elpiji 3 kg yang diduga tidak sesuai takaran, dengan berat berkisar 2,7 hingga 2,8 kilogram.
Pemeriksaan tersebut bermula dari keluhan warga di Sampit yang menyebut gas lebih cepat habis dari biasanya. (DEWI PATMALASARI/R)









