BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memprogramkan 300.000 hektar lahan untuk pertanian modern di Kabupaten Kapuas. Perencanaan program ini akan dimulai pekan depan bekerjasama dengan seluruh stakeholder di Kalimantan Tengah
“Saya minta ini bisa dikerjakan segera untuk swasembada atau mandiri pangan. Minggu depan staf kami akan datang lagi ke Kapuas,” ujar Amran Sulaiman di Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh Kabupaten, Kapuas, Jumat (16/12/2016).
Untuk pembuatan pertanian modern itu, Amran akan memberikan sumbangan berupa 30 handtraktor dan 9 eksavator kurang dari dua pekan ke depan. Sementara Kabupaten Kapuas dipilih karena merupakan salah satu lumbung padi di Kalteng.
Jelas dia, pembukaan lahan pertanian baru ini agar Kalteng dapat mandiri, angka inflasi menurun yang berdampak turunnya angka kemiskinan. Sebab Kalteng masih mengambil beras dari Sulawesi Selatan dan Surabaya.
“Sebab biaya angkut ditanggung oleh konsumen sehingga inflasi meningkat dan angka kemiskinan juga naik,” kata Amran.
Ujar dia, pertanian modern yang pertama kali diperkenalkan ke Kalteng menggunakan sistem pertanian organik. Pemerintah akan membuat pelatihan dan pendampingan masyarakat dan benih-benih unggulan.
Harapannya program pertama berhasil dan hingga dapat dibuat program pembukaan lahan pertanian baru. Dengan begitu selain menjadi mandiri pangan, Kalteng juga bisa menjadi raksasa pangan untuk Asia.
Amran berharap produksi bahan pangan di Kalteng naik 300 persen pada 2017 sesuai angka kenaikan postur anggaran untuk sektor pertanian. “Dulu Rp200 miliar dan tahun ini Rp528 miliar atau naik tiga kali lipat,” katanya.
Untuk mendukung visi ini, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berkomitmen memperbaiki dan mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada. Permasalahan yang dikeluhkan petani akan dicatat untuk ditindaklanjuti.
“Untuk beras kita memang sudah surplus, tetapi kami akan terus melakukan pengawasan di setiap daerah. Kami akan perbaiki yang rusak, kami ingin Kalteng bisa swasembada pangan 2020,” ungkap Sugianto.
Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng, Kabupaten yang surplus beras sebanyak tujuh kabupaten, yakni, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Utara, Lamandau, Katingan, Pulang Pisau, dan Barito Timur.
Tahun ini Kalteng memproduksi 855.944 ton atau di bawah target pemerintah yakni satu juta ton beras. Hal itu akibat pengaruh musim dan larangan berladang dengan cara membakar. (RONI SAHALA/m)








