JEPARA –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kabar mengenai dugaan kehilangan uang dan perhiasan senilai lebih dari Rp100 juta dalam peristiwa pencurian di Jalan Trans Kalimantan Km 20, Anjir Muara, Barito Kuala, Selasa lalu sempat ramai diperbincangkan.

Bahkan, informasi total kerugian tersebut sempat disebut hoaks setelah muncul klarifikasi dari pihak kepolisian terkait besaran kerugian korban.

Sebelumnya diberitakan, pelaku diduga pasangan suami istri yang datang ke rumah korban dengan alasan berteduh dan menumpang salat.

Dalam laporan awal, disebutkan uang tunai sekitar Rp6 juta serta perhiasan emas dan berlian dengan taksiran nilai mencapai Rp100 juta lebih raib dibawa pelaku.

Namun tetangga korban, Nurafifah, menjelaskan bahwa informasi mengenai nilai perhiasan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan awal korban yang saat itu masih dalam kondisi panik. 

“Memang pas pertama melapor ke Polsek, pernyataannya seperti itu. Jadi saya jelaskan semalam seperti itu juga,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan ulang, sebagian perhiasan ternyata ditemukan kembali di laci lain di dalam rumah. Hal itu diduga karena korban panik saat kejadian sehingga memberikan keterangan awal yang belum sepenuhnya akurat. 

“Bukan hoaks dari pihak lain, tapi dari keterangan awal korban sendiri karena mungkin panik waktu itu,” jelas Nurafifah.

Sementara itu, pihak kepolisian sebelumnya menyebutkan berdasarkan Laporan Polisi, kerugian korban tercatat sekitar Rp6 juta dan tidak mencapai Rp100 juta lebih seperti yang ramai diberitakan. Proses penyelidikan terus dilakukan oleh Polsek Anjir Muara.

Nurafifah juga menyampaikan informasi terakhir yang diterima pihak keluarga korban, bahwa terduga pelaku sudah diamankan oleh Polsek Binuang. 

“Alhamdulillah sudah diamankan di Polsek Binuang. Berkasnya sudah dikirim tadi, baru saja, dan sekarang mulai diproses oleh Polsek Anjir Muara yang menangani kasusnya,” tuturnya.

Ia berharap proses hukum dapat berjalan lancar dan memberikan kejelasan atas kasus tersebut. Warga sekitar juga diimbau agar tetap waspada terhadap orang tidak dikenal yang datang dengan berbagai alasan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (SABRIANOOR/R)