BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh mengaku geram atas dugaan miskomunikasi yang terjadi di RSUD dr Doris Sylvanus terkait kebutuhan donor darah bagi salah satu anggota keluarganya.
Faridawaty menyampaikan, awalnya tim medis rumah sakit tersebut menginformasikan bahwa pasien membutuhkan donor darah golongan B sebanyak 10 kantong. Informasi itu kemudian segera ditindaklanjuti pihak keluarga dengan mencari pendonor secara cepat.
Namun setelah para pendonor berhasil didapatkan dan siap mendonorkan darahnya, pihak keluarga kembali menerima keterangan dari tim medis bahwa darah yang dibutuhkan adalah golongan B positif (B+), sehingga dinyatakan tidak sesuai dengan informasi awal yang disampaikan.
"Setelah pendonor terkumpul, justru disampaikan bahwa yang dibutuhkan B+. Ini tentu membuat kami kecewa dan bingung. Dalam situasi darurat, informasi seperti ini seharusnya jelas sejak awal,” tegasnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Faridawaty, perubahan informasi tersebut sangat disayangkan karena menyangkut kondisi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Ia menilai dalam situasi darurat, komunikasi yang jelas dan akurat dari pihak rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial agar tidak menimbulkan kepanikan maupun kebingungan di tengah keluarga pasien.
Sebagai mitra kerja bidang kesehatan, Komisi III DPRD Kalteng memiliki tanggung jawab dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan fasilitas kesehatan milik pemerintah provinsi.
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi manajemen rumah sakit agar koordinasi internal tim medis dapat berjalan lebih baik.
Faridawaty berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, terlebih menyangkut kebutuhan medis yang mendesak seperti transfusi darah.
Ia meminta manajemen RSUD dr Doris Sylvanus untuk meningkatkan standar komunikasi pelayanan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien serta keluarga.
“Kami ingin ada perbaikan sistem di Doris agar keselamatan dan kenyamanan pasien serta keluarga benar-benar menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (MARINI/R)









