BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, melontarkan kritik tajam terhadap pelayanan di RSUD dr Doris Sylvanus.
Ia menilai meski anggaran yang dikucurkan ke rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut tidak kecil, perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan belum terlihat.
“Sudah tiga periode saya duduk di DPRD. Anggaran yang dikucurkan ke rumah sakit ini bukan kecil, tetapi citra pelayanan tidak juga berubah. Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi kami sebagai fungsi pengawasan,” tegasnya, Jumat 13 Februari 2026.
Menurut Faridawaty, selama tiga periode mengemban amanah sebagai wakil rakyat, persoalan pelayanan di RSUD dr Doris Sylvanus kerap menjadi sorotan dan keluhan masyarakat. Hal itu, kata dia, menunjukkan adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara komprehensif.
Ia mengaku sering menerima laporan dan aspirasi dari masyarakat terkait pelayanan rumah sakit, mulai dari aspek komunikasi, administrasi, hingga respons terhadap kebutuhan medis pasien. Kondisi tersebut dinilai memerlukan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar pembenahan sesaat.
“Sudah tiga periode saya berjalan bersama masyarakat, menerima banyak keluhan soal pelayanan. Artinya, ini bukan persoalan baru dan harus ada perubahan nyata, bukan sekadar evaluasi di atas kertas,” ujarnya menegaskan.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Faridawaty menekankan pentingnya komitmen manajemen rumah sakit untuk melakukan pembenahan sistem secara serius.
Ia berharap ke depan pelayanan kesehatan di RSUD Doris benar-benar mencerminkan kualitas yang sebanding dengan besarnya dukungan anggaran yang telah diberikan pemerintah daerah. (MARINI/R)









