SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Setelah menanti hampir 12 tahun, perbaikan Jalan Lesa di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya tuntas.

Rampungnya infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perekonomian warga setempat.

Proyek Jalan Lesa sebelumnya mengalami penundaan cukup panjang akibat berbagai faktor, mulai dari pandemi Covid-19 hingga kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Namun setelah melalui proses bertahap, rekonstruksi dan pengaspalan jalan tersebut berhasil diselesaikan pada akhir tahun 2025.

Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Andi Lala, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelesaian proyek tersebut.

Menurutnya, rampungnya Jalan Lesa menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam merespons aspirasi masyarakat yang sudah lama menginginkan akses jalan yang layak.

"Kami mengapresiasi pemerintah daerah melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Perumahan Rakyat Kotim, pihak kontraktor, perusahaan, serta semua pihak yang ikut berperan sehingga perbaikan Jalan Lesa bisa selesai," ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Sebagai informasi, proyek rekonstruksi pengaspalan Jalan Lesa Parenggean dibiayai melalui APBD Perubahan dengan total anggaran sebesar Rp2,97 miliar.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Hayak Basewut asal Palangka Raya, dengan masa kerja sejak 26 November hingga 30 Desember 2025.

Meski demikian, dua hari setelah masa kontrak berakhir, warga melaporkan adanya sejumlah titik kerusakan di ruas jalan tersebut.

Kerusakan yang ditemukan antara lain berupa retakan, lubang, hingga aspal yang terkelupas, sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kualitas hasil pekerjaan.

Menanggapi laporan itu, Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur langsung menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan lapangan. Dari hasil identifikasi, ditemukan sebanyak 10 titik kerusakan dengan panjang bervariasi antara 2 hingga 15 meter.

Seluruh titik kerusakan tersebut kemudian diperbaiki dengan metode pembongkaran pada bagian terdampak, dilanjutkan penambalan serta pengaspalan ulang secara menyeluruh di ruas jalan sepanjang 888 meter. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas jalan lebih merata dan sesuai standar teknis.

Andi Lala menegaskan, pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur harus terus diperketat agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas dan tahan lama. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada proyek pembangunan lainnya di Kotim.

"Dengan kondisi jalan yang kini sudah mulus, kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Jalan Lesa ini sudah lama diimpikan warga, sehingga perlu dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)