PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini telah bertransformasi menjadi instrumen yang sangat vital dan strategis bagi keberlangsungan pembangunan.

Hal ini menjadi krusial mengingat terjadinya pergeseran kebijakan fiskal nasional yang berdampak langsung pada anggaran daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Freddy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalteng baru-baru ini.

Dalam forum tersebut, politisi PDI Perjuangan ini menyoroti perlunya langkah-langkah progresif dalam menggali potensi sumber daya lokal demi menjaga stabilitas postur anggaran daerah agar tetap sehat dan mandiri.

"Pasti perhatian kita pemerintah DPRD ke pendapatan asli daerah semakin menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis jadi andalan utama dalam rangka pendapatan daerah," ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Freddy menjelaskan bahwa penguatan sektor PAD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan konsekuensi logis yang harus dihadapi pemerintah daerah saat ini.

Ketergantungan terhadap dana perimbangan dari pemerintah pusat harus mulai dikurangi secara bertahap melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan lokal.

Menurutnya, tantangan fiskal tahun ini cukup berat menyusul adanya kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat yang dinilai cukup signifikan. Hal itu membuat daerah dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mengelola keuangannya.

"Seiring dengan kecenderungan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pusat yang tahun ini turun drastis maka mau tidak mau daerah harus mengoptimalkan PAD," tegasnya.

DPRD Kalteng berharap Bapenda selaku instansi teknis dapat memetakan potensi pajak dan retribusi daerah secara lebih akurat dan transparan.

"Optimalisasi ini diharapkan tidak hanya mampu menutup celah anggaran akibat berkurangnya bantuan pusat, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi kemandirian fiskal Kalteng di masa depan," pungkasnya. (PATHUR/R)