BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti kondisi permukiman warga di bantaran Sungai Kahayan yang dipenuhi tumpukan sampah, terutama saat debit air sungai surut. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, mengaku prihatin melihat tumpukan sampah yang mengendap di bawah rumah-rumah warga di kawasan pinggir Sungai Kahayan. Menurutnya, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.
“Saat air sungai surut, sampah terlihat jelas menumpuk di bawah rumah warga. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Sumadi, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan, tumpukan sampah tersebut berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit serta mencemari lingkungan sungai. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang nyamuk dan lalat, sekaligus menurunkan kualitas air Sungai Kahayan.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Jika tidak ditangani, dampaknya bisa semakin luas,” katanya.
Sumadi pun meminta Pemko Palangka Raya segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan bantaran sungai. Ia mendorong adanya pembersihan rutin serta penyediaan sarana tempat pembuangan sampah yang memadai bagi warga setempat.
“Pembersihan harus dilakukan secara berkala. Selain itu, masyarakat juga perlu difasilitasi dengan tempat sampah yang layak agar tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Selain penanganan fisik, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah dan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pinggir sungai.
“Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, saya berharap kondisi permukiman di pinggir Sungai Kahayan bisa kembali bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (MARINI/j)









