PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mendorong optimalisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan wisata kuliner Pelabuhan Rambang sebagai upaya memodernisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Digitalisasi sistem pembayaran dinilai dapat meningkatkan kemudahan transaksi sekaligus daya saing pelaku usaha.

Anggota DPRD Palangka Raya, Sudarto, mengatakan penerapan QRIS perlu diperluas hingga ke seluruh pelaku usaha kuliner, termasuk pedagang kaki lima (PKL), agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“Penggunaan QRIS sangat membantu konsumen karena transaksi menjadi lebih cepat dan praktis. Di sisi lain, pelaku UMKM juga diuntungkan karena pencatatan transaksi menjadi lebih rapi dan efisien,” ujar Sudarto, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, QRIS memberikan sejumlah manfaat strategis bagi UMKM, mulai dari kemudahan pembayaran non-tunai, peluang peningkatan omzet, hingga pencatatan transaksi yang lebih akurat. Selain itu, penggunaan QRIS juga mencerminkan kesiapan pelaku usaha dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Dengan QRIS, UMKM bisa menjangkau konsumen yang tidak membawa uang tunai. Semua transaksi juga tercatat otomatis, sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan usaha,” katanya.

Sudarto menilai, dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya sangat diperlukan untuk mempercepat adopsi QRIS di kalangan UMKM. Ia mendorong Pemko agar aktif memberikan pendampingan dan fasilitas bagi pelaku usaha.

“Pemko bisa mengadakan pelatihan penggunaan QRIS serta membantu meringankan biaya transaksi agar pelaku UMKM tidak merasa terbebani,” jelasnya.

Ia berharap, semakin luasnya penggunaan QRIS dapat menjadikan kawasan kuliner Pelabuhan Rambang tampil lebih modern, efisien, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Kota Palangka Raya. (MARINI/j)