PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Di tengah maraknya camilan modern dengan tampilan kekinian, kue tradisional atau kue jadul tetap mempertahankan eksistensinya di tengah masyarakat. Camilan seperti putu mayang dan kue lumpur masih menjadi pilihan favorit karena cita rasa khas yang lekat dengan kenangan masa kecil.

Rasa manis, legit, dan gurih dari kue jadul yang berbahan dasar tepung beras, ketan, santan, serta kelapa parut dinilai memiliki keunikan tersendiri yang sulit tergantikan oleh camilan modern.

“Meskipun sekarang banyak camilan baru, saya tetap suka kue jadul seperti putu mayang dan kue lumpur. Rasanya bikin ingat masa kecil,” ujar Ani, warga Palangka Raya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Hal senada diungkapkan Joko. Menurutnya, kue tradisional memiliki rasa yang lebih otentik dan alami dibandingkan camilan masa kini.

“Kue jadul itu rasanya khas dan tradisional. Bahannya juga alami, tidak banyak pengawet atau pewarna buatan seperti camilan modern,” katanya.

Tingginya minat masyarakat terhadap kue jadul juga dirasakan para pedagang. Rahmat, pedagang kue tradisional di kawasan Pelabuhan Rambang, mengaku permintaan terhadap putu mayang dan kue lumpur masih stabil setiap hari.

“Setiap hari saya selalu bikin putu mayang dan kue lumpur. Alhamdulillah, hampir selalu habis,” ujarnya.

Menariknya, penggemar kue jadul tidak hanya datang dari kalangan orang tua. Anak-anak muda juga mulai melirik camilan tradisional tersebut karena rasa dan keunikannya.

“Banyak anak muda yang awalnya penasaran. Setelah mencoba, biasanya langsung suka,” tambah Rahmat.

Keberadaan kue jadul ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki daya tarik kuat di tengah perubahan zaman. Lebih dari sekadar camilan, kue tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. (MARINI/j)