BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mendorong Pemerintah Kota (Pemko) setempat untuk mengadopsi inovasi bioteknologi nyamuk Wolbachia sebagai upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.
Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menilai penerapan teknologi Wolbachia merupakan langkah strategis dan berbasis ilmiah untuk memutus rantai penularan virus dengue.
“Nyamuk Wolbachia terbukti efektif menekan penyebaran virus dengue. Karena itu, Pemko perlu segera mengkaji dan mendorong penerapan teknologi ini,” ujar Sri Ani Rintuh, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan, nyamuk Wolbachia merupakan nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi bakteri Wolbachia, bakteri alami yang banyak ditemukan pada serangga lain dan tidak berbahaya bagi manusia. Keberadaan bakteri ini mampu menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.
“Dengan adanya bakteri Wolbachia, kemampuan nyamuk menularkan virus dengue ke manusia menjadi jauh berkurang,” jelasnya.
Sri Ani menambahkan, penerapan teknologi Wolbachia telah menunjukkan hasil positif di sejumlah daerah di Indonesia dengan penurunan signifikan kasus DBD. Karena itu, ia berharap Pemko Palangka Raya tidak ragu untuk mengadopsi metode tersebut.
“Ini bukan sekadar wacana. Sudah ada daerah yang berhasil menekan kasus DBD dengan teknologi ini,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan efektif dan aman, Sri Ani meminta Pemko menggandeng berbagai pihak terkait, termasuk perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
“Kolaborasi dengan akademisi dan peneliti sangat penting agar penerapan teknologi Wolbachia dilakukan secara terukur, aman, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (MARINI/j)









