BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengimbau agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya berfokus pada usaha fisik, tetapi juga mencakup pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif. Langkah ini dinilai penting untuk memperoleh data ekonomi yang komprehensif dan akurat.
Arbert Tombak menegaskan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, seluruh pelaku usaha di sektor tersebut harus masuk dalam pendataan sensus.
“Sensus Ekonomi 2026 harus mencakup seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM dan ekonomi kreatif. Sektor ini punya potensi besar dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah sangat signifikan,” ujar Arbert Tombak, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selama ini banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang belum terdata secara optimal karena menjalankan usaha secara informal atau berbasis digital. Kondisi tersebut menuntut metode pendataan yang lebih adaptif dan inovatif.
“Banyak pelaku usaha yang berjualan secara online atau tidak memiliki tempat usaha tetap. Karena itu, pendekatan sensus harus menyesuaikan karakteristik usaha agar tidak ada yang terlewat,” katanya.
Arbert juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pendataan.
“Kami berharap dinas-dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, serta Dinas Pariwisata dapat berkolaborasi agar sensus ini berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menegaskan, data hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan ekonomi di Kota Palangka Raya ke depan.
“Kita harus menyukseskan sensus ini agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi daerah,” pungkasnya. (MARINI/j)









